Tapakan Kaki Itu Berujung di Malang

Desember 15, 2014



Akhir cerita perjalanan Long Trip Lebaran 2014 (24 Juli–5 Agustus 2014): Jakarta-Purwokerto-Wonosobo-Dieng-Jogja-Probolinggo-Bromo-Rakum-Malang-Bandung-Jakarta    

Masjid A.R Fachruddin UM Malang


Cerita sebelumnya disini

“ Halloha Malangǀǀ3 puncak sudah cukup ; Dieng (Sikunir), Bromo (Pananjakan II), Semeru (Ranu Kumbolo)ǀǀSaatnya bermanja denganmu ;) “ Begitulah bunyi stasus messanger saya ketika menginjakkan Kota Malang, Sunday, 3 August 2014 at 9.03 pm.

Saya dan Ana masih terlantar di terminal Arjosari, menunggu mikrolet ngetem memenuhi kapasitas penumpangnya. Di sinilah perpisahan aku dan kawan-kawan lain dari Surabaya ; Liena, Karina, Imran dan Boy setelah langkah kaki kami turun malam ini dari Kaki Semeru. Semua serasa cepat bagiku, tiba saatnya penghujung jalan perjalanan panjang ini untuk kemudian lusa tapakan kakiku akan beranjak ke Bandung. Terima kasih untuk sahabat-sahabat Surabaya yang dengan kerelaan setia menemani perjalananku. 

Ana tampak lunglai menunggu duduk dikursi depan angkot ADL itu, sedangkan aku memilih untuk mengambil udara diluar sembari sesekali menanyakan kapan angkot ini segera berangkat kepada si bapak sopir. Aku sudah tidak sabar untuk merebahkan badan. Malam ini aku dan Ana akan bermalam di Landung Sari, sebuah outlet outdoor yang dikelola oleh Pak Hamim yang berada persis di pintu keluar terminal Landung Sari. Kaldera Outdoor/Diaz Malang siap menampung kami berdua malam ini untuk melepas lelah sesaat.

Kaldera Outdoor siap menampung untuk melepas lelah

4 Agustus 2014 

Senin ini, Ana akan kembali melanjutkan kakinya menuju Purwokerto, yang artinya tinggalah aku sendiri dalam akhir perjalanan ini. Tidak banyak yang dapat kami lakukan hari ini. Rencana melanjutkan trip menuju Batu atau tempat-tempat lain di Kota Malang akhirnya kami urungkan mengingat waktu dan sisa tenaga yang tersisa. Terpilihlah “salon” sebagai tempat pertama yang kami tandangi hari ini. Tentunya untuk mengeluarkan sendi-sendi kepenatan dalam badan terutama aku yang sudah hampir 11 hari perjalanan panjang. Tiada yang banyak dilakukan, selain bermanja di Kota Malang :) 

Selamat Datang di Kota Malang


Landung Sari yang terletak berdekatan dengan sebuah kampus gadang di Malang yaitu UMM (Universitas Muhammadiyah Malang) akhirnya menjadi daya tarik juga bagiku siang ini setelah beranjak dari salon. Menyusuri jalan-jalan utama dan tentunya berburu souvenir dan oleh-oleh disekitar kawasan ini. Aktivitas singkat tapi sudah cukup lumayan memanjakan mata di kota Apel ini.
Terik Malang semakin kian menyengat, dan di waktu ini jualah kuhantarkan langkah kaki Ana kembali ke Purwokerto. Disini kami berpisah. Setelah satu tahun tiada bersua, kami dipertemukan kembali di long trip ku kali ini. Kembali kami torehkan kisah perjalanan bersama dengan orang-orang yang berhati mulia. Tinggallah kini aku sendiri sembari menunggu esok hari.

Universitas Muhammadiyah Malang

Salah satu wahana di BNS
Malam hari akhirnya aku dapat juga menyambangi salah satu rekreasi yang sedang naik daun di kota ini yaitu BNS, berkat ajakan Mas Luthfi salah seorang teman Backpacker yang berdomisili di Malang.
Batu Night Spectacular begitulah dia dipanggil. Sesuai namanya objek wisata yang satu ini baiknya memang dikunjungi di malam hari dan lebih cocok dinikmati bersama keluarga. Tidak hanya Lampion Garden yang merupakan daya tarik utama BNS, namun wahana-wahana lainnya seperti galeri hantu (rumah hantu), sepeda slalom tes, mouse coaster dll dapat juga dijadikan sebagai referensi menguji adrenalin di tempat ini. Dengan biaya masuk yang tidak terlalu merogoh kocek banyak tentulah BNS menjadi wisata malam yang cukup terkenal di Malang, terkecuali ingin menikmati dan mencoba masing-masing wahana dibutuhkan HTM tersendiri untuk tiap-tiap atraksi yang diinginkan. 

 
UMM Inn-Malang
BNS-Batu Night Spectacular
Lampion Menara Eiffel

Tidak banyak yang dapat saya “abadikan” di kota sejuk ini, tetapi setidaknya kota ini sudah menjadi saksi pertapakan kaki saya selama perjalanan panjang mengarungi tanah jawa (Jawa Barat–Jawa Tengah–Yogyakarta-Jawa Timur). Disinilah langkah itu akan segera berakhir.

“Thank God, everything was oke. Preparing come back to the real worldǀǀ2.37pm Malang-BandungǀǀMalabarǀǀBismillah” 5 August 2014 at 2.38pm
“8.30 am @ Bandung, meleset 2 jam 30 menit “ 6 August 2014 at 10.05 am
“ 10.55 am Pasteur ~ BSDǀǀCipaganti “ 6 August 2014 at 10.57 am
“ 2.15pm Selamat sore BSDǀǀan odyssey finishedǀǀMari kembali menebar semangatǀǀThank God for everything “ 6 August 2014 at 4.38 pm

Sisi Stasiun Malang
Kisah perjalanan panjangku berakhir disini.
Kisah perjalanan Long Trip Lebaran 2014 (24 Juli–5 Agustus 2014): Jakarta-Purwokerto-Wonosobo-Dieng-Jogja-Probolinggo-Bromo-Rakum-Malang-Bandung-Jakarta   
Behind the story :
Mengawal kisah dari sebuah janji dengan seorang teman 2 tahun lalu untuk menginjakkan kaki di kampung halamannya, akhirnya niat itu dapat terealisasikan jua di Juli tahun ini. Tidak hanya bertapak di ranahnya, kaki ini pun saya ajak untuk dapat menelusuri sudut-sudut lain di Pulau Jawa. Menjajaki dari barat hingga timur, dari desa hingga kota, dari kuliner sampai budayanya. Perburuan tiket pun saya mulai jauh-jauh hari (H-90), informasi penginapan, akomodasi, objek wisata, santapan lidah dan banyak hal lainnya saya telusuri dari satu blog ke artikel tulisan lainnya, bertanya sana-sini, add teman di dunia maya, mengirimi pesan pribadi (inbox) , bahkan yang tadinya hanya sebuah note kecil menjadi catatan umum selama perjalanan saya kali ini. 

Syukur tak terhingga nomor wahid saya hanturkan kepada Allah S.W.T, yang selalu memberi saya kemudahan dan kelancaran serta semangat selalu dalam perjalanan . Dapat melalui suka duka setiap kendala yang ditemui dan menjalaninya dengan sangat enjoy dengan jurus ampuh “dinikmati saja” :D :D .

Selanjutnya terima kasih terdalam saya ucapkan kepada teman-teman yang ikhlas dan penuh kerelaan mewujudkan blusukan saya kali ini. Thank to Cha2 Ana  yang membiarkan saya sejenak memejamkan mata di Klampok dan mengenalkan keindahan Baturraden sampai Pancuran Pitu, menikmati sate + mendoan khas Purwokerto dan melatih kembali tracking kali ini sembari ditemani rintik-rintik air hujan serta setia mengikuti langkah berikutnya. Senang berbagi kisah denganmu, sukses selalu untukmu dear dan langgeng selalu dengan si Banjarmasin :) . Untuk Adinda Jugha Indhul thank you so much cyint atas rekomendasi Dieng nya, finally aku dapat berdiri cantik di Bukit Ratapan, memeluk dingin Sikunir, berbagi cerita dengan Arjuna, bertegur sapa dengan Kawah Sikidang, Telaga Warna dan Telaga Pengilon serta belajar sejarah di Museum Kailasa. Terimakasih menjadi tempat reportase selama dalam perjalanan, kelak berharap dapat jua segera bertandang ke Negri Laskar Pelangi :)
 
Berlanjut ke kota istimewa, kejutan-kejutan lain sudah siap menanti. Thank to mas Arief Riyadi Hanung Hardoyo, maafken malam-malam merepotkan dan akhirnya bersedia mencarikan tempat selonjoran setelah sebelumnya terlontang-lanting di daerah Sostrowija dan Sragen.  Leonardo David thanks sudah mau berbagi kisah explore Prambanan dan meleha-leha di Malioboro, salam gowes nusantara. Untuk mas  Arif Wahyu Ramadhan terima kasih sambutan hangatnya di Probolinggo dan mempersilakan rehat sejenak dikediamannya sebelum memulai pencapaian Puncak Pananjakan II Bromo. Semoga niat trip ke pela***** tahun depan segera di ijabah :D , sukses selalu dan salam untuk mas Budi. Lie Na, si spider woman dirimu ku akui memang tangguh, tiada duonya . Mengarungi padang pasir Bromo, melewati padang savana, mendaki ke puncak Jemplang dengan kondisi jalanan 99% off road tidak membuat nyalimu ciut ditambah dengan beban tumpangan diriku dibelakang jok matic mu. Nyaris ---- kita sering berhadapan dengan  kecelakaan, tak bisa hitung jari lagi ke-naasan itu, tapi semua dapat dilewati dengan nyanyian dangdut, india sampai puisi kibar-kibar selendang di atas motor. Akh sungguh moment yang sangat berharga, dan pengalaman perdana bagiku dapat berdiri tegak di atas motor ketika kecepatannya membelah alam keindahan Bromo-Ranu Pane. Semangat selalu untuk dirimu dan semoga cinta selalu bersemayan dalam dirimu untuk mas Im :) . Untuk mas Boy Iman Rajibz  dan Karina Gadis Belia , thank you so much atas persahabatan yang terjalin erat saat detik-detik pendakian Gunung tertinggi di Pulau Jawa dalam kebersamaan yang terukir dibalutan dingin Ranu Kumbolo. Success for you all .. 

Tidak lupa ucapan terima kasih untuk om Hamim Kalderaoutdoorrent dan mas Temon Tull Hellz,  yang telah dengan ikhlas memberikan tempat berteduh 2 malam di Diaz Malang – Kaldera Outdoor untuk melepas lelah, memanjakan diri dan berangsur pelan meninggalkan jejak perjalanan. Jaya selalu untuk Diaz Malang dan Kaldera Outdoor. Untuk mas Mohammmad Lutfi Hidayat, terima kasih telah memberi izin mengenal 3 ponaan ciliknya,  menikmati wahana-wahana di BNS, menyusuri Lampion dan bersenda gurau bersama keluarga bahagia mb nya yang tercinta. Salam untuk mereka semua dan sukses untuk tugas akhirnya. Untuk Mas Ockta Hero terima kasih telah setia menjawab semua tanya-jawab via WA nya , saran dan masukannya sangat membantu. Semoga selalu diberi kelancaran dan kemudahaan dalam setiap urusan. Dan untuk teman-teman lainnya baik yang saya inbox, bbm, wa dan sms maupun yang saya telpon dan yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu namanya, terima kasih banyak atas bantuan kalian semua. Tanpa kalian, perjalanan ini sangatlah tidak berarti. Semoga kedamaian selalu mengiringi kita semua. 

Akh,, sungguh banyak memori indah dalam petualangan kali ini; terjebak macet, mengejar bus, peras keringat, ban bocor di tengah hutan dini hari, menerobos dinginnya malam dan banyak pengalaman-pengalaman berkesan lainnya yang membuat diri ini semakin tegar dan bersyukur.

THANK GOD FOR EVERYTHING

The next destination >>>> The Sunrise of Java ,,, I’m coming ,,, :)



Stasiun Malang, semoga nanti kita bersua lagi

You Might Also Like

0 Comments