Weekend Getaway to Cirebon

September 06, 2022

 

Trip Cirebon ini bisa dibilang adalah perjalanan yang absurd. Rencananya dadakan kayak tahu bulet. Tercetus malam hari sebelum keberangkatan esoknya. Berawal dari ajakan seorang teman yang mau kabur di akhir pekan, akhirnya ubek-ubeklah destinasi terdekat yang bisa ditempuh sabtu-minggu. Beberapa opsi tentu saja Bogor, lalu jauh sedikit, Bandung. Atau bisa juga ke Anyer jika ingin nuansa laut. Eits, tetiba teringat, ada satu destinasi impian yang masih belum sempat aku datangi. Yups, Cirebon!

          Mungkin orang akan bertanya-tanya, ngapain sih ke Cirebon? Emang di Cirebon ada apa? Ya, paling kulineran doang, kan? Okeh, yuk mari kita kulik Cirebon dalam dua hari. 

 

TRANSPORTASI UMUM KE CIREBON

         Gampangnya sih ke Cirebon itu mending naik KAI. Pilihannya bisa dari Stasiun Pasar Senen atau dari Stasiun Gambir. Jika naik dari Pasar Senen, nanti sampai Cirebon turunnya di Stasiun Cirebon Prujakan. Jika dari Gambir, berhentinya di Stasiun Cirebon. Jadi beda, ya. Untuk jamnya tinggal sesuaikan saja. Dua-duanya ada kereta pagi. Jadi bisalah berangkat Sabtu pagi dari Jakarta dan sebelum siang udah sampai di Cirebon. Untuk pulang di hari Minggu juga ada kereta sore dari Cirebon. Masih aman pokoknya sampai Jakarta.

 

           PENGINAPAN

        Langkah berikutnya adalah mencari penginapan atau hotel. Walau trip dadakan, nyari hotel yang affordable sekitaran Cirebon gampang banget, kok. Aku waktu itu menyesuaikan. Karena turun di Stasiun Cirebon Prujakan, jadi aku cari hotel yang dekat dengan stasiun. Gak jauh-jauh amat tapi masih di pusat kota. Lalu aku menemukan KOENING GALLERY HOTEL CIREBON. Wah recommended sekali sih hotel ini. Hanya dengan 250k/ malam included breakfast. Selain itu fasilitasnya cukup lengkap. Kamarnya juga luas dan para stafnya ramah-ramah. Sudut-sudut hotel juga banyak yang instagramable. Hotel ini juga terletak persis di pinggir jalan raya utama tapi gak terlalu berisik. Dan bisa jalan kaki ke beberapa tempat sekitar yang cocok didatangi. 

Koening Gallery Hotel Cirebon 💛

         KULINER

       Memang sih Cirebon itu terkenal akan keanekaragaman kulinernya. Dua hari di Cirebon juga kayaknya gak bakalan cukup waktu buat mencicipi semua kuliner khasnya. Tapi setidaknya kuliner yang umum-umum, bisalah untuk dijadikan menu santap ketika berada di Cirebon. 

       Hari pertama kedatangan, setelah check in hotel, tinggal jalan kaki ke arah kanan, terdapat EMPAL GENTONG yang merupakan kuliner wajib coba ketika berada di Cirebon. Empal Gentong H. Apud namanya, yang cukup terkenal di Cirebon. Warung makannya pun sudah punya banyak cabang di mana-mana. Empal Gentong ini sih menurutku sama kayak soto daging. Cuma ya pasti ada rasa khasnya. Karena siang menjelang sore, jadi santap di sini cukuplah bikin perut begah dengan semangkok empal gentong plus sepiring nasi. Nyummy, dijamin kenyang deh.

Jalanan Kota Cirebon

      Selain itu untuk makanan berat juga ada pilihan NASI JAMBLANG. Hari minggu sore sebelum pulang ke Jakarta, aku sempatkan mampir ke Nasi Jamblang Pelabuhan Ibu Sumarni. Bungkusan nasinya unik pakai daun tentunya dan pilihan lauknya juga beraneka ragam. Tapi baiknya kalau ke sini jangan terlalu siang, deh. Khawatir keburu abis. 

        Untuk cemilan, TAHU PETIS, jangan lupa masukin list juga. Ini sama kayak tahu goreng biasa, tapi dia punya sambel yang khas. Sambel berwarna hitam yang bisa ditowel-towel makan pakai tahu. Rekomendasi tahu petis ini aku dapat dari bapak-bapak becak yang malam itu nemenin keliling muter-muter kota Cirebon.

 

         PUSAT OLEH-OLEH

      Walaupun gak ada niatan untuk beli oleh-oleh khas Cirebon, tapi bolehlah BATIK TRUSMI CIREBON masuk ke dalam itinerary perjalanan. Lokasi pusat oleh-oleh ini sangat luas, loh. Pun aneka ragam pilihan oleh-olehnya juga banyak. Tentunya gak hanya batik aja. Ada juga pilihan souvenir menarik seperti tas, pouch, pernak-pernik, kaos oblong dan banyak lainnya lagi. Selain itu oleh-oleh berupa makanan juga tersedia di sini. Jadi puas banget deh belanja di Batik Trusmi. Harganya juga variatif. Mulai nyari barang-barang under 100k ada, atau sekaligus yang ekslusif seperti batik juga banyak pilihannya. Hati-hati aja. Kalau udah sampe sini, niatnya gak mau beli apa-apa, eh bisa jadi khilaf, loh. Hehe.

 

         TRANSPORTASI SELAMA DI CIREBON

         Wah yang satu ini juga tidak perlu di khawatirkan, deh. Bingung mau keliling-keliling Cirebon pakai apa? Taxi online solusinya. Yups, karena buat rental mobil atau motor kayaknya nanggung jadilah opsi muter-muter Cirebon pakai Gocar aja. Ke sana ke mari tinggal order dan nyampe deh. Tapi nih rekomendasi dari aku yang jangan sampai dilewatkan adalah muter-muter Cirebon malam hari naik BECAK. Ini wajib banget dicobain! Sumpah, seru abis!

Tadinya agak ragu dan kasian. Kasian babang becaknya gowes becak keliling malam-malam kota Cirebon. Karena becaknya rata-rata masih becak gowes, bukan becak motor. Tapi karena kepengen banget menikmati suasana malam kota Cirebon dengan nuansa becak akhirnya nyegat becak pas lagi berada di ALUN-ALUN. Bilang ke babangnya, treknya yang datar aja biar gak capek gowes. Eh gak tahunya, rutenya aman semua, loh. Alias kalau malam-malam keliling kota Cirebon cocok banget. Endingnya minta anterin bapaknya drop sekalian ke hotel.

Asli pengalaman berkesan banget sih keliling malam Cirebon sama becak. Apalagi kalau nemu bapak becaknya yang ramah dan mau jelasin ini-itu tentang kotanya. Udah merangkap sekalian guide, hehe. Oya, teman-teman yang butuh kontak becak buat keliling kota Cirebon bisa hubungi Bapak Arif ya di nomor berikut 0819-10220341. Beliau yang waktu itu nganterin aku keliling-keliling asyik kota Cirebon. Orangnya baik dan ramah. Ngobrol-ngobrol tukar pikiran sama beliau juga seru.

 


Stasiun Cirebon

MASJID MERAH KEDUNG MENJANGAN 

Sebelum kembali ke Jakarta, sempat-sempatin lagi deh kunjungin satu destinasi lainnya. Iseng-iseng nyari di google ada yang rekomendasiin Masjid Merah Kedung Menjangan. Cek map dan gocar, oke, gak terlalu jauh dan masih cukuplah waktu nanti sebelum sore balik ke Jakarta. Akhirnya cus order gocar dan melipir ke sini. Awalnya sih masih melewati jalan raya utama, lama-lama agak sedikit masuk kampung, bapak gocarnya sampai bilang,

“Nemu aja Mbak masjid ini. Saya yang orang Cirebon aja baru tahu, loh,” ucap si Bapak saking kita ragu benar apa enggak jalannya. 

Syukurlah, tak berapa lama setelah itu kami sampai. Sebuah masjid berwarna merah yang terletak di sebuah pinggiran kampung. Siang itu gak terlalu banyak pengunjung bahkan mungkin yang wisatawan hanya kami berdua. Sisanya ada sih beberapa jamaah yang tampaknya lagi ziarah. Uniknya masjid ini, seluruh warna bangunan luarnya di dominasi warna merah. Tapi ketika masuk ke dalam masjid, jreng langsung berubah. Warna putih mendominasi keseluruhan isi masjid bahkan tiang-tiang yang menjulang. 

Gak lama-lama. Setelah mengabadikan beberapa jepretan dan menyantap semangkok tahu gejrot, cus, pesen gocar untuk kemudian menuju stasiun Cirebon. Time to back home.

Terima kasih Cirebon, meski singkat tapi semuanya penuh kesan. Will be back someday, sih. Trip leyeh-leyeh tapi memuaskan. 

Masjid Merah Kedung Menjangan

You Might Also Like

0 Comments