Tamasya Ke Bandung Yuk !

April 05, 2016

Terminal Wisata Grafika Cikole


Seperti yang sudah banyak diketahui oleh berbagai elemen masyarakat, Bandung adalah tempat yang tidak pernah matinya kebanjiran wisatawan setiap akhir pekan baik dari wilayah Jakarta sekitar maupun dari wilayah lainnya yang berdekatan. Tidak henti-hentinya pula kreativitas orang Bandung selalu menggebu-gebu menjadi magnet yang kuat untuk didatangi. Selalu saja ada tempat baru, hal baru, rumor baru yang terus berkembang membuat orang penasaran dan ingin segera datang ke ranah yang makin popular semenjak di bawah tangan Kang Kamil ini.
Belakangan ini ada beberapa spot liburan yang sedang naik daun di Bandung khususnya di kawasan Lembang. Tentunya berbagai tempat rekreasi itu menjadi daya tarik tersendiri ketika liburan sudah datang berbondong-bondonglah orang mengunjunginya. Sedikit cerita kali ini, akan saya kenalkan empat tempat yang mungkin sudah sering didengar, namun masih menjadi top list yang sampai saat ini Anda belum sempat sambangi.

Bukit Punclut
12 Maret 2016      
Berawal dari ajakan teman-teman untuk kembali nge-Bandung pada tahun ini dan waktu yang ditawarkan juga pas, akhirnya saya mengiyakan kembali tawaran tersebut dengan berangkat jam 9 malam dari Bekasi. Setelah kongkow-kongkow cantik terlebih dahulu di MM barulah perjalanan dimulai menuju ibukota Provinsi Jawa Barat ini. Melakukan perjalanan lebih agak sedikit malam memang tergolong lebih lancar jaya dibanding memaksakan berangkat di sore hari yang pastinya bisa terjebak kemacetan yang luar biasa.
Jam 11 malam Punclut sudah menyapa dalam dinginnya.
Pemandangan malam kota Bandung dilihat dari Punclut (photo by Dinda)

Apa yang bisa dilakukan di tempat ini?
Banyak warung-warung atau saung-saung yang berjejer disepanjang jalan sebelah kanan. Menikmati malam kota Bandung dikejauhan, gemerlap lampu perkotaan menyapa di bawah sana, apalagi ditambah dengan secangkir teh hangat, semangkok mie rebus telor ceplok adalah selimut malam yang tidak dapat ditolak lagi. Terletak 7km dari utara kota Bandung, puncak yang memiliki nama panjang Puncak Ciumbuleuit ini tidak hanya selalu ramai dikunjungi pada malam hari namun pada pagi hari juga dijadikan sebagai lokasi jalan pagi atau lari santai bagi warga sekitar.
                                                     Selamat pagi matahari (photo by Dinda)
Farmhouse Lembang
Rumah-rumah gaya Eropa, kafe-kefe unik yang tidak hanya sekadar indoor ataupun outdoor namun juga rooftop dan lokasi dengan konsep pedesaan ala Eropa merupakan sebahagian pesona wisata yang sangat nge-hits di Kabupaten Bandung Barat ini. Tidak hanya itu, bagi pecinta sequel film “The Lord of The Rings” dan bermimpi ingin sekali saja menengok rumah para the Hobbit, ya di sinilah tempatnya.
 
                                                   Salah satu konsep pedesaan ala Eropa
                                         Jejeran rumah-rumah dan kafe-kafe gaya Eropa

Berlokasi strategis di Jl. Raya Lembang No. 108 Farmhouse yang berbiaya tiket masuk 20.000 rupiah per kepala ini selalu sesak pengunjung bahkan sebelum pagar pintu masuk kawasan di buka antrian panjang mobil dan luapan manusia sudah bersiap-siap di depan gerbang masuk. Itulah kenyataan yang harus saya terima dengan teman-teman ketika Minggu, 13 Maret 2016 sebelum jam 8 pagi antiran membludak sudah di depan mata. Bus besar sudah berdiri tegap di depan pintu masuk yang tinggal hitungan menit lagi di buka. Jadi, meski sudah berusaha datang di awal antrian pun masih tidak dapat dihindari.
Cheeerrss ......

Hal unik lainnya yang bisa dilakukan di sini adalah mencoba kostum ala Eropa dan berpoto ria dengan berbagai gaya dan spot dengannya. Selain itu bagi pasangan muda-mudi, ibarat kata yang percaya mitos bisa membeli sebuah gembok, menulis nama mereka di sana dan membuang kunci ke sebuah kolam kecil yang terdapat di sekitar lokasi. Ala-ala Menara Eiffel. Tidak hanya itu, jangan sampai ketinggalan menukar tiket masuk dengan susu murni atau sosis yang sudah disediakan oleh pengelola objek wisata.  

Ayo merapat pasang gembok cinta

Grafika Cikole
Kalau di Farmhouse hanya sekadar replika biasa, lain halnya di Terminal Wisata Grafika Cikole, Rumah Hobbit sungguhan dapat ditempati dan dihuni layaknya rumah asli untuk manusia. Ya, kawasan dengan luas 9 hektar ini tidak hanya berupa restaurant, wahana outbound maupun petik strawberry tapi lebih dari itu model penginapan yang dihadirkan di sini berbentuk pondok-pondok menyerupai Rumah Hobbit. Itulah yang menjadai magnet bagi lokasi yang diapit oleh hutan pinus ini. Setiap weekend selalu penuh pengunjung yang datang menginap. Sensasi berbeda pasti dirasakan daripada hotel kebanyakan lainnya. Jika sudah kehabisan Rumah Hobbit jangan khawatir masih ada tenda-tenda cantik yang sengaja didirikan di depan pondok-pondok penginapan. Ngecamp di ketinggian 1400 mdpl, api unggun dan jagung bakar adalah cara lain untuk menikmati kawasan yang berlokasi di Jl. Raya Tangkuban Perahu Km.23 Cikole-Lembang-Bandung Barat ini.














Dusun Bambu

Lokasi terakhir yang bisa disambangi sehari keliling Lembang yaitu Ekowisata Dusun Bambu yang terletak di Jl. Kertawangi (Komplek Komando) Cisarua Bandung Barat. Jika Farmhouse identik dengan rumah-rumah gaya Eropanya dan Grafika Cikole khas dengan pondok penginapan Rumah Hobbitnya, lain lagi dengan Dusun Bambu. Objek wisata keluarga yang satu ini popular dengan saung/restaurant lesehan di pinggir danau yang marak poto-potonya bertebaran di dunia maya. Fokus pada konservasi bambu, tempat untuk para penikmat makan itu di bangun sedemikian rupa untuk menarik siapa saja datang ke kawasan di kaki Gunung Burangrang Cisarua Lembang ini.

Setelah membayar tiket masuk seharga 15.000 rupiah, pengunjung mempunyai dua pilihan untuk menjangkau lokasi inti, naik kendaraan ontang-anting yang di permak khas atau berjalan kaki menyusuri persawahan ditemani angin sepoi-sepoi menerpa wajah. Untuk menikmati berbagai kuliner khas di sini, pengunjung diwajibkan terlebih dahulu untuk membeli voucer yang nantinya digunakan sebagai alat belanja berbagai macam jajanan, baik makanan kelas berat maupun jajajan “pinggiran” seperti kue ape dan kawan-kawannya. Sisa voucer yang sudah dibeli tidak dapat ditukar kembali, tetapi dapat digunakan untuk kunjungan berikutnya. Jadi, jika meniatkan hanya sekali kunjungan saja, pastikan Anda mengecek harga-harga makanan yang Anda inginkan terlebih dahulu, baru setelahnya membeli voucer. Sayang kan, kalau masih ada sisa voucer 30.000 atau 50.000 lagi?
Selain itu jika ingin menikmati santap perut dengan nuansa berbeda, bisa mencoba makan di dalam sangkar yang terkenal dengan sebutan Lutung Kasarung. Memang Dusun Bambu lebih terkenal dengan kulinernya yang menjamur, jadi datang ke sini pada saat-saat jam makan siang dijamin perut akan terpuaskan.
Kegiatan lain yang dapat dilakukan adalah bersepeda, olahraga lari, camping atau hanya sekadar berjalan-jalan santai bersama keluarga tercinta. Tidak hanya itu, pada kawasan danau buatan bisa mencoba mendayung sampan sembari ditemani alunan live music sunda yang menyemarakkan hati.
Ontang-anting khusus khas Dusun Bambu


Bandung terutama Lembang memang tidak pernah mati gaya dalam menarik wisatawan terutama para pengunjung dari kota besar seperti Jakarta. Terus bergerak naik mencari ide-ide baru menjadikan Bandung bak kegalauan yang harus didatangi setiap akhir pekan sudah tiba. Terus dan terus dalam pembaharuan wisatanya, Bandung tak pernah luput dari incaran wisatawan pun pastinya kawasan Lembang. Meski macet memang masih sedikit identik dengannya, tapi jika disiasati dengan benar, eksplorasi Lembang dapat dijalankan satu hari full seperti rute di atas.
Kalau menurut saya pribadi mah, orang Bandung itu kreatif-kreatif lah . Contohnya, objek-objek yang saya sebutkan di atas adalah hasil buah tangan kreativitas yang terus berkembang, naik dan makin maju. Kreativitas itu memang tanpa batas, apalagi kreatif yang positif, kreatif yang menampakkan jati diri sesungguhnya. Terus berkreasi Bandung. Terus ciptakan hal-hal baru dalam lingkup positif dalam berbagai kreasi, inovasi dan pembaharuan.
Yuk-yuk liburan ke Bandung.
Bandung 5-6 Maret 1016















You Might Also Like

0 Comments