Keelokan Garda Terdepan Kepulauan Anambas

Maret 25, 2021

 

Bentangan Kepulauan Anambas yang saya abadikan saat perjalanan pulang dari Matak menuju Bintan

Menempuh perjalanan laut selama tujuh jam, terombang-ambing melawan terjangan ombak Laut Cina Selatan, dan berdamai dengan diri yang didera mabuk lautan adalah perjalanan paling berkesan bagi saya sepanjang menjelajah Indonesia. Mendatangi daerah baru, bertemu masyarakat lokal, berbaur bersama mereka serta mengeksplorasi potensi-potensi yang dimilikinya adalah misi baru dalam setiap perjalanan yang saya lakukan. Kali ini langkah saya tertuju pada sebuah daerah yang menjadi garda terdepan gerbang Indonesia. Mungkin banyak yang tak mengenalnya, atau bahkan ketika disebut namanya kernyit langsung melakat di dahi lalu bertanya, emang Anambas itu di mana?

Jika daerah timur Indonesia punya Raja Ampat, saya berani menyebut Anambas sebagai cerminan gugusan pulau-pulau yang juga memiliki potensi wisata bahari yang tidak kalah ciamiknya. Betapa tidak, Kabupaten Kepulauan Anambas yang terletak di Provinsi Kepulauan Riau ini memiliki 255 pulau yang terbentang dalam kesatuannya. Menyimpan berbagai pesona dan menawarkan sensasi liburan yang patut untuk dicoba. Tidak hanya wisata bahari yang tentu saja sudah menjadi primadonanya, keindahan alam serta culture-nya juga tak kalah menarik untuk dijelajahi. 

Pesona Pantai Pasir Panjang yang menggoda

Ketika berada di Anambas ada pulau-pulau besar utama berpenghuni yang wajib disinggahi. Pertama adalah Pulau Jemaja. Melekat namanya dibenak saya dengan nama Letung. Nah, pulau ini menjadi persinggahan awal jika naik ferry dari Tanjung Pinang menuju Anambas. Setelah dari Letung, kapal akan melanjutkan pelayaran menuju ibukota Kabupaten Kepulauan Anambas, yaitu Tarempa. Namun jika tidak ingin berlama-lama dalam perjalanan laut, opsi paling mudah menuju Anambas adalah dengan pesawat udara. Pilihlah penerbangan Wings Air dari Batam menuju Bandar Udara Letung yang terletak di Pulau Jemaja. Tentunya pilihan transportasi udara ini lebih efektif dari segi waktu.

Di Pulau Jemaja sungguh banyak yang bisa dijelajahi. Jika ingin bertualang darat, bisa mencoba menuju Desa Bukit Padi, Desa Kualamaras, Desa Genting Pulur, Pantai Pasir Panjang serta bisa juga mengunjungi air terjun fenomenal, Air Terjun Neraja. Air terjun ini terletak di tengah hutan pepohonan tropis. Uniknya adalah aliran air yang mengalir membentuk dua buah kolam besar di bawahnya yang dijadikan sebagai area bermain dan berenang-renang bagi masyarakat sekitar.

Selain itu jangan sampai terlewatkan Pantai Padang Melang, merupakan pantai yang memiliki garis terpanjang di Kepulauan Riau yang melewati 2 wilayah sekaligus, Kelurahan Letung dan Desa Bukit Padi. Garis pantainya mencapai 8 km, loh. Selain memiliki garis pantai terpanjang, pantai ini juga menjadi salah satu tempat terbaik bagi saya untuk menyaksikan matahari terbit. 

Menanti matahari terbit di Pantai Padang Melang

Tak lengkap rasanya jika tidak menikmati keindahan bawah laut Jemaja, bukan? Nah sebagai opsi, ada beberapa pulau terdekat yang bisa diselami habitat underwater-nya seperti Pulau Ipan dan Pulau Tulai yang menjadi titik spot untuk kegiatan snorkeling.

Beranjak dari Jemaja, pulau besar berpenduduk berikutnya adalah Pulau Siantan, yang mana ibukota Tarempa terletak di pulau ini. Hampir sama ketika saya berada di Letung, Tarempa pun saya jelajahi mulai dari objek darat hingga laut. Paling berkesan bagi saya ketika berada di Tarempa adalah berburu matahari terbenam di Arung Hijau. Menikmati kelapa muda, duduk di dermaga, menatap laut lepas dan menyaksikan perpaduan senja beranjak menuju malam adalah berkah yang luar biasa dalam perjalanan saya kala itu.

Sunset Arung Hijau yang sungguh memukau

Air Terjun Temburun, Pantai Pasir Manang, Masjid Jamik Baiturrahim dan Vihara Gunung Dewa Siantan adalah destinasi darat lainnya yang saya tengok keelokannya di pulau ini. Selain itu tentu saja kembali saya menikmati keindahan bawah lautnya dengan aktivitas snorkeling di beberapa spot seperti Pulau Lango, Pulau Tenggiling, Pulau Pahat dan Pulau Rengek.

Menutup pengembaraan di Anambas saya kembali lagi menyeberang ke pulau besar yang terakhir yaitu Palmatak. Dari sini saya menyudahi perjalanan menggunakan maskapai Express Air menuju Pulau Bintan.

Cuplikan keindahan bawah laut Anambas yang kaya daya tarik

Sebagai kabupaten dalam bentangan kepulauan, menyambangi Anambas perlu diperhatikan destinasi-destinasi yang dituju. Jika eksplorasi darat sudah tentu tidak akan kerepotan. Cukup dengan menggunakan kendaraan roda dua, semua sudut hampir bisa dijelajahi. Beda urusan jika ingin menikmati keindahan-keindahan pulau sekitar untuk snorkelling atau hanya sekadar menikmati pulau dengan pasir-pasir lembut atau pesona lain yang ditawarkannya. Satu-satunya transportasi yang bisa dipakai adalah boat. Pastikan juga pulau yang ingin didatangi lebih dekat dengan pulau utama yang mana. Jangan sampai keliru, ya. 

Perihal tempat menginap, tidak perlu khawatir. Sudah banyak juga kok pilihan penginapan yang ditawarkan. Apalagi di Tarempa, di jalan utamanya saja berjejer penginapan yang bisa menjadi alternatif untuk merebahkan badan. Mulai dari penginapan setara kelas backpacker hingga hotel juga ada, loh. Tinggal sesuaikan saja budget-nya.

Soal urusan perut? Hhm, kurang afdal rasanya kalau tidak mencicipi kuliner khas daerah setempat. Makan Mie Tarempa di Tarempa adalah wajib hukumnya. Mie ini berbahan dasar mie kuning dari terigu, dimasak campur dengan telur, kecambah, potongan ikan laut semua digoreng dengan bumbu cabai dan kecap, meresap dalam satu rasa menjadi Mie Tarempa. So, jangan sampai terlewatkan, ya.  

          Anambas bagi saya punya tempat tersendiri di hati. Cerita petualangannya yang panjang, perkenalan dengan masyarakat lokalnya yang ramah-ramah, serta secercah harapan yang mereka sematkan dalam pembicaraan membuat saya begitu kagum akan daerah garda terdepan Indonesia ini. Meski jauh dari kota metropolitan, tak membuat rasa ke-Indonesia-an penduduknya luntur sedikit pun. Meski didiami berbagai macam suku, tak sedikit pun membuat perbedaan menjadi persinggungan di antara mereka. Begitu juga dengan keindahan surga yang dimilikinya. Anambas juara, tiada duanya.

          Jika dunia sudah kembali baik-baik saja, mari yuk mengembara! Menjadikan Anambas sebagai pilihan destinasi pertama untuk menjelajah Indonesia tercinta. []

*Disclaimer: Artikel ini sudah terbit di Harian Disway tanggal 17 Maret 2021

You Might Also Like

0 Comments